Start-Stop Engine Button, Prosedur yang Sering Terlewat
Teknologi pada mobil saat ini memungkinkan penggunanya untuk mematikan dan menyalakan mesin tanpa memasukkan kunci mobil ke slot kontak. Itulah fungsi dari fitur start-stop engine.
Anda sebagai pengguna mobil hanya perlu menekan tombol fitur tersebut agar mobil Anda menyala atau mati.
Bagi Anda yang masih baru dengan fitur start-stop engine ini, sebaiknya mempelajari terlebih dahulu prosedur penggunaannya. Karena bisa jadi ada beberapa prosedur yang terlewat. Apa saja?
Penggunaan Fitur Start-Stop Engine Button Secara Umum
Untuk menggunakan fitur start-stop engine cukup mudah, Anda hanya perlu:
-
Membawa Kunci dan Masuk ke Mobil
Walaupun Anda hanya perlu menekan tombol, tetapi fitur start-stop engine ini membutuhkan key fob agar sistem mobil bisa mengenalinya.
Maka dari itu pastikan Anda membawanya dan simpan di tempat aman. Misalnya tas atau kantong ketika Anda berada di mobil.
-
Tekan Pedal Rem atau Pedal Kopling
Sebelum menekan start-stop engine, Anda harus menekan pedal rem bagi mobil otomatis atau pedal kopling bagi mobil manual.
Tekan sampai mesin menyala. Mengapa perlu? Karena termasuk sebagai fitur keselamatan agar memastikan mobil tidak bergerak secara tiba-tiba ketika mesin Anda hidupkan.
-
Menekan Tombol Start-Stop Engine
Setelah itu Anda tinggal menekan tombol start-stop engine. Kemudian mesin menyala sampai terdengar suara mesin. Area indikator pada dashboard juga akan menyala.
-
Memeriksa Indikator
Setelah hidup, periksa area indikator pada dashboard untuk memastikan bahwa tidak ada lampu peringatan yang sedang menyala. Jika normal, maka mobil bisa Anda jalankan.
Prosedur Penggunaan Stop-Start Engine yang Sering Terlewat
Ada beberapa prosedur yang perlu Anda perhatikan agar mobil dapat bekerja secara maksimal dengan stop-start engine. Beberapa prosedur yang dimaksud adalah:
-
Langsung Jalan Tanpa Menunggu Selesainya Self-Check
Ketika tombol Anda tekan, sistem mobil akan melakukan pengecekan awal. Indikator panel instrumen menyala sesaat.
Saat Anda menginjak gas tanpa memberikan waktu beberapa detik dapat menyebabkan sistem belum siap sepenuhnya. Terutama pada mobil yang memiliki banyak sensor elektronik.
-
Mematikan Mesin Tanpa Memastikan Tuas di Posisi P
Pada mobil dengan transmisi otomatis, mesin sebaiknya dimatikan saat tuas berada di posisi P (Park). Beberapa model bahkan tidak mengizinkan mesin mati jika belum pada posisi tersebut.
Mengabaikan prosedur ini bisa menyebabkan mobil tetap sedikit tertahan oleh komponen transmisi, bukan oleh parking pawl secara sempurna.
Sementara itu untuk transmisi manual, pastikan Anda pindahkan ke posisi netral dan kemudian tarik rem tangan.
-
Tidak Mematikan Aksesoris Berat Sebelum Mematikan Mesin
Aksesoris seperti audio, AC, hingga defogger sebaiknya dimatikan sebelum mematikan mesin.
Pada beberapa model, sistem memang akan memutus daya secara otomatis, tetapi membiasakan mematikan aksesoris lebih dulu akan membantu menjaga kestabilan sistem kelistrikan dan aki.
-
Keluar Mobil Saat Mesin Masih Mode On
Karena tidak ada suara kunci yang dicabut, maka sebagian pengemudi biasanya lupa memastikan bahwa mesin benar-benar mati.
Pada mobil dengan fitur keyless, jika mesin masih dalam mode ON, sistem kelistrikan tetap aktif dan berpotensi menguras aki.
-
Tidak Membawa Key Fob
Sebelum keluar mobil, pastikan key fob Anda bawa agar mobil bisa dikunci dan tidak terjadi masalah ketika Anda akan menghidupkannya kembali.
Fitur start-stop engine sangat memudahkan pengemudi mobil. Selain itu adanya fitur tersebut bisa meningkatkan tampilan mobil menjadi lebih modern dan bahkan memberikan keamanan karena mencegah terjadinya pencurian serta penyalahgunaan mobil.
Pastikan Anda menggunakan fitur tersebut secara benar sesuai prosedur agar bisa memanfaatkannya secara maksimal. Ingin mendapatkan informasi terkait fitur canggih mobil lainnya? Kunjungi http://suzukitrimitra.co.id/.